Tuan Rumah Piala Dunia 2018 Belum Dapat Ijin Siarkan Pertandingan. Kok Bisa?

12/07/2017,  Bola

Ajang pertandingan Piala Dunia 2018 sudah di depan mata. Setidaknya kurang dari setahun lagi pertandingan akan berlangsung. Namun demikian, rupa-rupanya ada berita yang cukup mengejutkan. Hal ini terkait dengan penyiaran pertandingan Piala Dunia 2018 nantinya. Masih banyak negara yang belum memiliki lisensi untuk hak audiovisual yang berguna supaya mereka bisa menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2018 tersebut dari FIFA. Yang menjadikan ini semakin mencengangkan adalah, justru Rusia sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2018 juga ikut masuk dalam daftar negara yang belum mendapatkan lisensi hak audiovisual. Lho, kok?

piala dunia rusia 2018 - Tuan Rumah Piala Dunia 2018 Belum Dapat Ijin Siarkan Pertandingan. Kok Bisa?

Konsorsium sebenarnya sudah dibentuk untuk memproses tender hak-hak audiovisual FIFA. Setidaknya ada 3 penyedia media dari Rusia yakni Rusia Piervy Kanal (Channel One Russia), Telekanal Rossiya (Rossiya-1), dan Gazprom-owned NTV (HTB) yang tergabung dalam konsorsium tersebut. Namun sayangnya, kata sepakat belum juga terjadi dengan rundingan bersama FIFA. FIFA memang mengeluarkan angka yang menjadi harga prasyarat supaya hak audiovisual tersebut bisa didapatkan Rusia, namun sayangnya pihak Rusia hanya bisa memenuhi setidaknya sepertiga dari persyaratan yang ada.

“Mereka meminta 120 juta dolar supaya bisa menyiarkan keseluruhan turnamen, tapi kami tak memiliki uang sebanyak itu. Paling banyak kita bisa membayar antara 38 dan 40 juta dolar,” ungkap Wakil Perdana Menteri Rusia Vitaly Mutko.

Kepala produksi Channel One juga turut menambahkan bahwa jumlah tersebut memang berlebihan.

“Sama sekali tidak pantas!”, tandasnya.

Nilai yang dianggap tinggi dari FIFA itu kemudian menjadi satu hal yang dilematis. Apalagi mengingat Rusia menjadi Tuan Rumah dalam ajang sepakbola paling bergengsi di dunia tersebut. Sepertinya perundingan antara Rusia dengan FIFA akan terus berlangsung dalam rangka mendapatkan hak audiovisual untuk jalannya pertandingan tersebut.

Hingga saat ini, tercatat ada 134 negara yang sudah memiliki hak siaran dengan berbagai macam tingkat yang berbeda-beda. Ada negara-negara yang memiliki paket hak siaran lengkap dengan penyiaran baik melalui TV, radio, internet bahkan perangkat mobile. Tentunya ini menjadi keuntungan tersendiri bagi yang sudah memiliki hak siaran pertandingan Piala Dunia tersebut.

Kenaikan biaya untuk memperoleh hak audiovisual ini sendiri memang sudah berlangsung semenjak Piala Dunia 2014 di Brasil. Kala itu, Brasil sendiri sudah mendapatkan hak siaran penuh setidaknya 8 tahun sebelum ia dijadikan sebagai Tuan Rumah. Tak heran bila saat itu semuanya berjalan dengan baik-baik saja.

Kali ini Rusia mungkin sedang berjuang keras supaya bisa mendapatkan hak audio visual dari FIFA untuk menyiarkan pertandingan sepakbola spektakuler tersebut. Mengingat Piala Dunia 2018 sudah di ambang pintu, akankah Rusia berhasil mendapatkan hak siarnya? Dan sejauh apa persiapan Rusia sebenarnya dalam Piala Dunia 2018 nantinya? Selalu ikuti berita seputar Piala Dunia 2018 untuk mengikuti perkembangannya.